array(2) { [0]=> string(6) "Roboto" [1]=> string(81) "ital,[email protected],100;0,300;0,400;0,500;0,700;0,900;1,100;1,300;1,400;1,500;1,700;1,900" }
Bisnis Makanan dan Minuman Time  

Sekolah Tatap Muka Terbatas Sudah Dilaunching, Plt Gubernur Harap Siswa Aman

Ia menilai pembelajaran tatap muka dengan skema luar ruangan atau outside studying, cukup tepat dilakukan pada kondisi sekarang ini. Saat kondisi Covid-19 ini para pelajar dianjurkan untuk belajar di rumah guna memutus rantai wabah. Selain itu, orangtua juga harus menyesuaikan program sekolah dengan karakter anak.

Keceriaan siswa di kelas, kadang didokumentasikan secara pribadi oleh guru. “Lucu, sekaligus bangga karena berarti siswa tersebut sudah mengikuti pelajaran dengan sukacita dan penuh perhatian,” terang Warneri dan Pak Wawan dari SMPN 3 Guntal. Kerinduan Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 guru lainnya adalah tentang semangat berkobar para siswa saat mereka datang ke sekolah. Datang pagi-pagi, siswa berlarian untuk bersalaman dan mengucapkan selamat pagi. Akhirnya, guru yang lelah karena datang dari jauh, malah merasa lebih tersemangati.

Kepada pelajar yang tinggal diwilayah terpencil dan jauh dari sekolah, diharapkan, Dinas Pendidikan mempersiapkan modul dan video offline untuk memudahkan pembelajaran. Hal yang sama juga disampaikan Yessy Asrita, siswa kelas 5 di SD Negeri 01 Lembah Gumanti. Menurut Yessy, dirinya sangat rindu sahabatnya sesama menuntut ilmu di sekolah. “Selain itu, Yessy juga kangen sama guru-guru kelas yang baik-baik,” tutur Yessy.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah , Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran meminta masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan mengurangi kegiatan berkerumun di luar rumah. “Mudah-mudahan sekolah ini bisa menjadi rujukan. Uji coba tatap muka terbatas ini dan bulan depan kita melihat bagaimana keadaan sekolah untuk dipresentasikan secara keilmuan dan bagaimana pergerakannya,” ujarnya. Mereka juga punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak, sebagaimana dikeluhkan seorang siswa SMA di Jakarta melalui zoom dan viral. “Soal belajar Daring, katanya kurang efektif daripada tatap muka. Kalau belajar hanya untuk pinter, Google lebih pinter”, kata siswa tersebut. Ini juga yang memjadi alasan mengapa Mendikbud memperbolehkan sekolah di zona tersebeut untuk boleh dibuka kembali, yaitu jika ketiga pihak tersebut menyetujui untuk melakukan sekolah tatap muka, maka pelaksanaannya telah sah.

Nadiem juga menegaskan bahwa siswa wajib menggunakan masker saat belajar tatap muka di sekolah, selama pandemic Covid-19. Selain itu, meniadakan kegiatan ekstrakulikuler selama pandemi dan layanan kantin sekolah juga ditutup. Murid diminta untuk segera pulang ke rumah setelah proses belajar selesai. “Ini jangan sampai kita abaikan,” pinta wali kota dua periode ini. Langkah percepatan vaksinasi Covid-19 untuk sumber daya manusia pendidikan dilakukan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah atau sekolah tatap muka bisa segera dimulai. Namun di sisi lain, penerapan kegiatan belajar secara daring itu juga memiliki kekurangan yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan belajar anak-anak.

Anak rindu sekolah tatap muka

“Kita berharap protokol kesehatan tentu harus diperlakukan sangat ketat, kita harus meyakinkan anak-anak aman saat datang dan aman saat pulang,” paparnya. Sesuai bincang-bincang dengan beberapa guru dan siswa, ternyata baik guru maupun siswa sama-sama merindukan sekolah. Ia juga mengaku sudah sangat rindu dengan sekolah dan guru dengan cara belajar bertatap muka. Ketika nanti diizinkan menggelar belajar-mengajar tatap muka, Anny mengungkapkan pihaknya akan mengatur jadwal masuk antar kelas. “Kami simulasikan dengan sistem ganjil genap. Nomor bangkunya sesuai dengan absennya. Satu kelas berjumlah 32 orang, diisi setengahnya saja, jadi 16 orang,” katanya. “Kita harus disiplin protokol Covid. Selalu gunakan masker. Terutama kalau keluar rumah. Sebab yang paling terdampak, ibu-ibu sepuh ini. Kalau keluar harus jaga jarak. Menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan,” lanjut Ace.