array(2) { [0]=> string(6) "Roboto" [1]=> string(81) "ital,[email protected],100;0,300;0,400;0,500;0,700;0,900;1,100;1,300;1,400;1,500;1,700;1,900" }
Bisnis Makanan dan Minuman Time  

Mendikbud Sebut Sekolah Tatap Muka Bisa Dimulai Awal 2021, Ini Syaratnya

BANDUNG – Persatuan Anak Guru Indonesia meminta pemerintah menunda pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka atas dasar pertimbangan keamanan dan keselamatan peserta didik. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Berbagai protokol kesehatan sudah dikeluarkan agar penyebaran virus baru ini bisa terhenti. Ini lantaran kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 masih terbilang minim. Apalagi ketika memasuki masa New Normal atau kebiasaan baru.Padahal keganasan Covid-19 terutama cara penularannya malah semakin menjadi-jadi. Update terakhir Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi bahwa virus corona atau covid-19 bisa juga menular melalui udara alias airborne.

Hal ini juga mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran menjadi tidak maksimal. “Artinya pemerintah daerah melalui satgas, harus melandaikan dulu potensi penyebaran untuk masuk zona peta resiko Daftar Togel Online rendah atau hijau. Dalam panduan tersebut, menurut Rerie, memang dibuka peluang untuk diselenggarakan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, khusus untuk sekolah yang berada di zona hijau.

“Maka, sangat tidak tertutup kemungkinan untuk para siswa bisa kembali belajar di sekolah,” ujarnya. Beritajatim.com adalah media on-line berbasis di Surabaya dan fokus untuk wilayah Jawa Timur. Warga jenuh dan menafsirkan pandemi sebagai mitos yang direproduksi untuk menakut-nakuti warga dan memetik keuntungan dari rasa cemas itu.

Dikhawatirkan angka covid akan naik jika sekolah tatap muka

“Nampaknya untuk Kota Probolinggo masih belum dilaksanakan karena akhir-akhir ini tren pasien Covid-19 masih tinggi. Sehingga wali kota masih menunda untuk dibukanya pendidikan tatap muka dikhawatirkan beresiko tinggi dan menjadi klaster baru,” ujar Maskur. Rumah sakit akan penuh dan tenaga medis pun makin terkuras, bahkan dikhawatirkan akan kurang. Dengan kondisi demikian, perlu dipertimbangkan mengenai keputusan untuk sekolah tatap muka. Sekolah akan dibuka untuk belajar tatap muka mulai Januari 2021, dengan sederet ketentuan.

Surat keputusan bersama empat menteri juga mengatur soal jaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19 di sekolah. Tidak disarankan untuk menggunakan transportasi umum bagi siswa untuk pergi dan pulang dari sekolah. Sebaiknya antar dan jemput anak dengan kendaraan pribadi bila memungkinkan. dr Ria mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek secara berkala kondisi kesehatan anak dengan mengukur suhu tubuh anak setiap hari.

Hal yang dikhawatirkan adalah memberikan pengaruh efektivitas vaksin dan akurasi testing. Selain itu, kesiapan para guru dalam menghadapi pembelajaran serba digital juga menjadi permasalahan tersendiri. Banyak guru yang belum terbiasa mempergunakan teknologi digital, sehingga kegiatan pembelajaran yang berlangsung pun menjadi kurang maksimal.